Hati-hati untuk penderita asma, khusunya untuk mereka yang menderita asma karena alergi, karena bisa jadi Anda alergi terhadap pengawet sulfit. Sulfit adalah bahan kimia yang banyak di temukan dalam makanan atau minuman. Menurut data yang di keluarkan oleh WebMD, kasus alergi sulfit ini terjadi pada kira-kira satu dari seratus orang. Bahan kimia ini akan semakin berbahaya jika Anda memiliki riwayat asma.
Pada kesemapatan ini saya akan menulis artikel kesehatan mengenai bahaya sulfit untuk kesehatan, untuk lengkapnya yuk simak penjelasannya di bawah ini.
Mengenai tingkat bahayanya, seberapa besar sulfit dalam makanan dan minuman itulah yang menentukan, semakin tinggi kadarnya, semakin serius juga bahayanya, Untuk penderita asma dan alergi, perhatikan daftar berikut ini, yang kami kutip dari www.hellosehat.com.
Makanan dan minuman dengan kadar sulfit sangat tinggi
Berikut adalah makanan dan minuman dengan kadar sulfit di atas 100 ppm. Orang dengan penyakit asma atau alergi sulfit sebaiknya tidak mengonsumsinya.
- Buah-buahan yang dikeringkan (termasuk kismis)
- Jus lemon dalam kemasan
- Jus anggur dalam kemasan
- Wine
- Molase (tetes tebu)
- Makanan dan minuman dengan kadar sulfit tinggi
Daftar makanan dan minuman yang mengandung 50-90 ppm sulfit berikut sebaiknya tidak konsumsi oleh orang dengan penyakit asma atau alergi sulfit.
- Kentang kering
- Cuka anggur (wine vinegar)
- Buah ceri kalengan
- Buah dalam kaleng
- Makanan dan minuman dengan kadar sulfit sedang
Makanan dan minuman dengan kadar sulfit 10-49 ppm juga sebaiknya dihindari bagi sebagian orang dengan penyakit asma dan alergi sulfit.
- Makanan beku dalam kemasan, misalnya sosis dan udang beku
- Asinan
- Selai buah
- Jus buah dalam kemasan
- Minuman dalam kemasan, terutama yang mengandung perisa dan pewarna kimia
- Minuman beralkohol
- Makanan dan minuman dengan kadar sulfit rendah
Bagi sebagian orang dengan penyakit asma dan alergi sulfit, makanan dan minuman dengan kadar sulfit di bawah 10 ppm tidak menyebabkan munculnya gejala. Namun, orang yang sangat peka terhadap pengawet sulfit mungkin masih bisa merasakan gejala ringan.
- Minuman bersoda
- Sirup jagung tinggi fruktosa
- Gelatin
- Santan
- Cuka gandum (malt vinegar)
- Saus tomat, saus sambal, dan mayones
Gejala alergi pengawet sulfit
Alergi pengawet sulfit biasanya ditandai dengan munculnya serangkaian gejala seperti serangan asma yaitu mengi (napas berbunyi), batuk-batuk, sulit bernapas, serta dada terasa sesak. Pada kasus yang jarang terjadi, alergi juga bisa mengakibatkan kulit gatal, biduran, mulut dan bibir bengkak, ruam, dan sakit kepala.
Hati-hati, alergi pengawet sulfit juga bisa menyebabkan reaksi alergi parah yaitu syok anafilaktik. Jika tidak segera ditangani atau dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD), orang dengan syok anafilaktik bisa meninggal dunia.
Bagaimana sulfit bisa memicu asma?
Pengawet ini bisa memicu serangan asma karena reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh Anda. Sulfit akan melepaskan gas sulfur yang akan membuat saluran pernapasan menyempit dan iritasi. Inilah yang memicu sesak napas dan serangan asma. Maka, selalu perhatikan kemasan produk makanan dan minuman yang Anda beli.

Komentar
Posting Komentar